Nikmati Burger Dengan Bijak

Burger yang kaya akan karbohidrat, lemak, dan protein merupakan makanan impor yang cocok dengan selera lidah masyarakat Indonesia. Rasanya yang nikmat, membuat burger digemari di seluruh penjuru negeri. Namun, di balik kenikmatannya, kita perlu mengonsumsinya secara bijak. Sebab, jika berlebihan macam-macam penyakit degeneratif menanti kita.

Dilihat dari nilai gizinya, kandungan lemak pada burger cukup tinggi, yaitu sekitar 17 persen. Konsumsi lemak yang berlebih sangat berbahaya bagi kesehatan karena dapat menyebabkan obesitas dan aterosklerosis (penyempitan pembuluh darah). Selanjutnya, aterosklerosis dapat menyebabkan penyakit jantung koroner dan stroke.

Namun, burger juga memiliki kandungan vitamin A yang cukup besar, yaitu sekitar 30 IU. Selain itu, burger juga memiliki kandungan asam oleat, asam linoleat, vitamin B1, vitamin 82, serta niasin. Burger merupakan makanan berbasis daging yang sering disorot menjadi penyebab obesitas. Menurut organisasi kesehatan dunia (WHO), angka kejadian obesitas di negara yang memiliki kebiasaan mengonsumsi burger sangat tinggi seperti Amerika Serikat, Australia, dan negara-negara Eropa. Angka ini terus meningkat dari tahun ke tahun.

Selain obesitas, konsumsi daging yang berlebih juga dapat menyebabkan penuaan dini (early aging). Menurut beberapa penelitian, pemasakan daging sapi maupun daging ayam dapat menyebabkan terbentuknya senyawa AAH (amina-amina heterosiklis). AAH adalah zat penyebab mutasi genetik yang dapat merangsang munculnya radikal bebas dan secara luas merusak DNA pada sel-sel tubuh manusia.

Berbagai penelitian pada hewan percobaan menunjukkan bahwa AAH mengakibatkan aneka kanker, seperti kanker usus besar, payudara, pankreas, hati dan kandung kemih. Berdasarkan penelitian di University of North California, konsumsi hot dog maupun hamburger sebanyak sekali atau lebih dalam seminggu dapat meningkatkan risiko kanker otak dua kali lipat dibandingkan mereka yang tidak mengonsumsinya.

Selain itu, kadar garam natrium yang sangat tinggi pada burger juga berpotensi menyebabkan penyakit hipertensi. Kandungan natrium (Na) pada burger berkisar antara 1.250-2.250 mg per 100 gram bahan, padahal kebutuhan natrium per hari rata-rata hanya 2.300 mg. Tingginya kadar natrium pada burger berasal dari pemakaian garam dapur (NaCI) dan penyedap masakan (monosodium glutamat).

Nah, dengan demikian Anda sudah paham bukan untuk menikmati kelezatan santapan ini, Anda harus memiliki penguasaan diri yang cukup agar tidak menuai penyakit di kemudian hari.